makalah file sistem
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG.............................................................................................
2
BAB II
PEMBAHASAN
Definisi
File
System.................................................................................................
3
Pengertian
Menejemen File/ File
System................................................................. 3
Manfaat
Menejemen File/ File System.....................................................................
3
Fungsi
System Menejemen File/ File
System........................................................... 3
Fungsi
Menejemen File/ File System........................................................................
4
Arsitektur
Pengolahan
File........................................................................................
5
System
File................................................................................................................
6
Shared
File.................................................................................................................
9
System
Akses
File......................................................................................................
9
Macam-Macam
File
System.......................................................................................10
o FAT
(FAT16 dan
FAT32).................................................................. 10
o NTFS..................................................................................................
11
o ZFS.....................................................................................................
12
o EXT2..................................................................................................
12
BAB III
KESIMPULAN
Simpulan......................................................................................................................
13
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manjemen file merupakan salah satu bab dari
matakuliah sistem operasi. File atau berkas adalah representasi program dan
data yang berupa kumpulan informasi yang saling berhubungan dan disimpan
diperangkat penyimpanan. Sistem berkas ini sangatlah penting. Karena informasi
atau data yang disimpan dalam berkas adalah suatu yang sangat berharga bagi
pengguna.
Dalam sistem operasi komputer kita mengenal
sistem manajemen file. Sistem manajemen file ini perlu diterapkan agar dapat
digunakan dalam sistem operasi komputer. Dalam penerapannya seringkali
menimbulkan beberapa masalah, oleh karena itu masalah tersebut harus dapat
diselesaikan oleh sistem operasi komputer. Penyelesaian tersebut memiliki
beberapa cara yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.
Manajemen file dalam sistem operasi keluaran
Microsoft Windows dapat dilakukan dengan memanfaatkan fungsi dan fasilitas yang
ada pada program aplikasi file manager Windows Explorer. Aplikasi tersebut
berfungsi untuk mengelola file dan folder, seperti menyalin file menjadi dua
atau lebih salinan, menghapus atau memindahkan file atau folder ke tempat lain,
seperti ke dalam disket atau folder lainnya.
Penggunaan menu dan operasi-operasi file pada Windows Explorer ini
relatif mudah digunakan dan sederhana. Umumnya, Windows Explorer
dieksekusi lewat: Start Menu | Program | Accessories | Windows Explorer. Atau
cara cepatnya dengan klik kanan pada Start Menu, kemudian pilih Explorer.
BAB II
PEMBAHASAN
Definisi
File system
File
System merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses
terhadap data yang ada pada disk. File Sytem menyediakan mekanisme untuk
penyimpanan data dan program yang dimiliki oleh sistem operasi serta seluruh
pengguna dari sistem komputer. File System terdiri atas dua bagian:
1. Kumpulan
file yang masing-masing menyimpan data-data yang berhubungan.
2. Struktur
direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam
sistem.
2.1. Pengertian Manajemen File/ file
system
File system atau manajemen file adalah metode
dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan
mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan
sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara
tertentu. Cara memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi dengan cara
melakukan Format
2.2.
Manfaat Manajemen File/ file system
Manfaat Manajemen File antaralain dapat mengurangi resiko
kehilangan file yang dikarenakan: terhapus secara tidak disengaja, tertimpa
file baru, tersimpan dimana saja, dan hal lain yang tidak kita inginkan. Pada
sebagian besar pemakai, system file merupakan bagian system operasi yang paling
tampak. System file menyediakan pengaksesan dan penyimpanan file secara online
terhadap data dan program. System file terisi dua bagian terpisah, yaitu
kumpulan file yang masing-masing file menyimpan data dan / atau program serta
struktur direktori yang mengorganisasikan dan menyediakan informasi mengenai
file di system.
2.3.
Fungsi Sistem Manajemen File/ File System
Komputer dapat menyimpan file di beragam media penyimpanan seperti
optical disk, magnetic tape dan magnetic disk. Agar computer dapat digunakan
dengan nyaman maka computer harus menyediakan pandangan yang logic seragam
dalam hal penyimpanan informasi atau data. Sistem informasi menyembunyikan
properti-properti fisik dari penyimpana fisik dengan mendefinisikan unit
penyimpanan logic yang disebut file. File-file dipetakan ke perangkat fisik
oleh system operasi. Perangkat fisik ini bersifat nonvolatile, sehingga isinya
tetap bertahan setelah system computer dimatikan mengakhiri satu sesi layanan
system computer.
File adalah koleksi yang diberi nama dari sebuah informasi yang
direkam pada penyimpanan sekunder. File mempunyai sifat sebagai berikut :
a.
Persistance
Informasi
dapat bertahan meski proses yang membuatnya berakhir atau satu daya
dihilangkan. Dengan property seperti ini maka file yang didapat dari hasil
proses dapat dijaga dan digunakan pada masa yang akan datang.
b. Size
Setiap
file memiliki ukuran, terkadang file mempunyai ukuran yang sangat besar
sehingga memungkinkan membutuhkan tempat
penyimpanan yang sangat besar pula.
c.
Sharability
File
dapat digunakan diberbagai proses yang mengakses informasi secara konkruen.
2.4.
Sasaran Sistem Manajemen File/ File System
Pengolahan file adalah kumpulan perangkat lunak system yang
menyediakan layanan-layanan berhubungan dengan penggunaan file ke pemakai dan
atau aplikasi. Satu-satunya cara pemakai atau aplikasi mengakses file adalah
lewat system file. Pemakai atau pemrogram tidak perlu mengembangkan perangkat
lunak khusus untuk mengakses data dimasing-masing aplikasi. Sistem telah
menyediakan pengendali terhadap asset penting itu.
Memenuhi manajemen data bagi pemakai (Grosshan[GRO-86]), kebutuhan
manajemen data bagi pemakai untuk memberikan kemampuan melakukan
operasi-operasi sebagai berikut :
-
Menampilkan seluruh record data (Retrieve all)
-
Menampilkan satu record data tertentu (retrieve one)
-
Menampilkan satu record data berikutnya (retrieve next)
-
Menampilkan satu record data sebelumnya (retrieve previous)
-
Menyisispkan satu record data (insert one)
-
Menghapus satu record data tertentu (delete one)
-
Memperbaharui satu data tertentu (update one)
-
Memperbaharui beberapa record tertentu dalam suatu criteria (update few)
Optimasi
kerja (Grosshan[GRO-86]), yaitu : menurut system yaitu meningkatkan jumlah
throughput keseluruhan. Menurut pemakai yaitu cepatnya waktu tanggap.
2.5.
Fungsi Manajemen File
Beberapa
fungsi yang diharapkan dari pengelolaan manajemen file :
1.
Penciptaan, modifikasi dan penghapusan file
2.
Mekanisme pemakaian file secara bersama
Menyediakan
beragam tipe pengaksesan terkendali seperti :
- Read
access (kendali terhadap akses membaca)
- Write
access (kendali terhadap akses modifikasi)
- Execute
access (kendali terhadap akses menjalankan program)
- Dan
beragam kombinasi lain
3. Kemampuan back up dan
pemulihan (recovery) untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan
atau dari upaya penghancuran informasi.
4. Pemakai dapat mengacu file
dengan nama simbolik (symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang
mengacu perangkat fisik
5.
Pada lingkungan sensitive dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia
Lingkungan
seperti : electronic fund transfer system, criminal record system, medical
record system, dsb
System
file menyediakan enkripsi data (merubah data menjadi symbol tertentu) dan
dekripsi (pembukaan file bersandi rahasia) untuk menjaga agar data hanya dapat
digunakan oleh pemakai yang diotorisasi saja.
6. System
file harus menyediakan antarmuka (interface) yang bersifat user-frendly
System
file harus menyediakan : pandangan secara logic (logical view) bukan pandangan
secara fisik (physical view) terhadap data, fungsi dapat dilakukan terhadap
data.
2.6.
Arsitektur Pengolahan File
Pengolahan
file biasanya terdiri dari :
1. System
akses :barkaitan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file akses
2.
Manajemen File : berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file
3.Manajemen Ruang penyimpanan : berkaitan dengan
alokasi tempat penyimpanan file diperangkat penyimpanan
4.
Mekanisme integritas file : berkaitan dengan jaminan informasi pada file tidak
terkorupsi
Program dapat mengakses file pada umumnya melalui system basis
data (DBMS)atau fasilitas yang disediakan Sistem Operasi. Umumnya Sistem
Operasi menyediakan manajemen file, manajemen penyimpanan file dan mekanisme
integrasi. DBMS umumnya memuat bagian database engine, diataranya berisi
mekanisme integrasi dan system akses.
DBMS menggunakan fasilitas yang disediakan system operasi untuk
memberikan layanan-layanannya. Mekanisme integrasi merupakan masalah yang
dilakukan ditingkat system operasi maupun di DBMS. Hanya system operasi
tertentu, yaitu siste operasi yang dikhususkan untuk basisdata yang secara
langsung menyatukan system akses di system operasi. Hal ini dilakukan untuk
memperoleh kinerja yang lebih bagus. Sebagian besar system operasi hanya
menyediakan pengelolaan file yang akan digunakan peragkat lunak aplikasi
diatasnya
Pengolahan
file melibatkan banyak subsistem penting di system computer, yaitu :
1.
Manajemen perangkat masukan/keluaran di system operasi
Device driver, merupakan lapisan terbawah. Device driver
berkomunikasi dengan perangkat secara langsung. Device driver bertanggung jawab
memulai operasi masukan/keluaran dan mengolah penyelesaian permintaan
masukan/keluaran. Pada operasi file perangkat yang sering digunakan adalah disk
dan tape. Device driver merupakan bagian dari manajemen masukan/keluaran.
2. System
file di system operasi
System file dasar,atau tingkat masukan/keluaran fisik merupakan
antarmuka utama dengan perangkat keras. Lapisan ini berhubungan dengan
blok-blok data yang dipertukarkan antara system dengan disk dan tape. Lapisan
ini berfungsi dalam penempatan blok-blok datadiperangkat penyimpanan sekunder
dan buffering blok-blok data itu di memori utama. Lapisan ini tidak berhubungan
dengan isi data auat struktur file.
Abstraksi file dan direktori, system file memberikan abstraksi ke
pemakai berupa file dan direktori. Pemakai maupun proses tidak perlu lagi
berhubungan dengan blok-blok data melainkan beroperasi terhada abstraksi file
dan/atau direktori.
Operasi-operasi terhadap file dan direktori, kumpulan system call
dan/atau pustaka untuk manipulasi file dan direktori.
3. System
akses dan/atau system manajemen basis data
System Akses,metode kases merupakan lapisan terakhir. Metode ini
menyediakan antarmuka standar antara aplikasi dengan system file secara
perangkat yang menyimpan data. Metode pengaksesan yang berbeda merefleksikan
struktur file berbeda dan cara-cara pengaksesan dan pengolahan yang berbeda.
Metode
pengaksesan yang paling dikenal adalah :
1. File
pile (pile file)
2. File
sekuen (sequential file)
3. File
sekuen berindeks (indexed-sequenstial file)
4. File
berindek majemuk (multiple-indexed file)
5. File
ber-hash (hashed file)
6. File
multiring (multiring file)
2.7.
Sistem File
Konsep terpenting dalam system operasi adalah file dan direktori.
Pemakai memanipulasi data dengan merujuknya sebagai file atau direktori.
Pemakai tidak dibebani dengan masalah penyimpanan, manipulsi perangkat dan
sebagainya.
File :
abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi didisk. Abstraksi ini membuat
pemakai tidak dibebani cara dan letak penyimpana informasi, serta mekanisme
kerja penyimpanan data.
Terdapat
beragam pandangan mengenai file :
a.
Pandangan pemakai
Terhadap
file pemakai berkepentingan memahami hal-hal berikut :
-
penamaan file
pemakai
mengacu file dengan nama simbolik. Masing-masing file pada system harus
mempunyai nama yang unik agar tidak ambigu. Penamaan file mutlak dengan
menyertakan nama direktori tempat file, sebagai nama awal harus memberikan nama
yang unik untuk semua file di system. Tidak boleh memberikan nama file yang
sama dalam satu direktori.
Penamaan
file berbeda sesuai direktori. Terdapat aturan dalam penamaan file :
• system
yang case-sensitive, yang membedakan antara huruf kecil dan besar. Ex:
LINUX/UNIX
• system
case-sensitive tetapi tidak membedakan antara huruf besar dan kecil. Ex : DOS
“sekarang
penamaan file cenderung menggunakan nama yang panjang karena lebih deskriptif”
- tipe
file
terdapat
tiga tipe file pada system operasi :
1.
regular : file regular beridi informasi, terdiri dari file ASCII dan biner. File
ASCII berisi baris teks, sedangkan file biner adalah file bukan file ASCII.
Untuk file biner eksekusi (exe) mempunyai struktur internal (layout) yang hanya
diketahui system operasi tertentu. Untuk file biner hasil program apliksi,
struktur internal hanya diketahui program aplikasi tersebut.
2.
Direktori : file direktori merupakan file yang dimikili system untuk mengelola
struktur system file. File direktori merupakan file berisi informasi mengenai
file didirektori.
3.
Special : merupakan logic perangkat masukan/keluaran. Perangkat
masukan/keluaran dapat dipandang sebagai file. Pengguna dihindarkan dari
kerumitan operasi perangkat maukan/keluaran.
File
special terbagi menjadi dua, yaitu :
• file
special karakter : berhubungan dengan perangkat masukan/keluaran aliran
karakter. File ini memodelkan perangkat masukan/keluaran seperti : terminal,
printer, port jaringan, modem, dan perangkat bukan penyimpanan skunder.
• File
special blok : berhubungan dengan perangkat masukan/keluaran sebagai kumpulan
blok-blok data.
- atribut
file
informasi
tambahan mengenai file untuk memperjelas dan membatasi operasi-operasi yang
dapat diterapkan. Atribut digunakan untuk pengelolaan file. Contoh
atribut-atribut pada file[TAN-92] : protection, password, creator, owner,
read-olny flag dll.
-
perintah-perintah untuk manipulsi file.
Merupakan
perintah yang dapat diberikan pemakai dibaris perintah ke shell (command
interpreter). Perintah tersebut dapat dikategorikan menjadi :
• menciptakan
file
•
menghapus file
•
mengcopi file
• merubah
nama file
• dan
manipulasi yang lain.
- Operasi
pada file.
Operasi-operasi
pada file yang sering diimplementasikan system operasi [TAN-92] : create,
delete, open, close, read, write, append, seek, get attributes, set attributes,
rename.
b.
Pandangan pemrogram à Pemrogram perlu memahami operasi-operasi terhadap file
c.
Pandangan perancang system à Implementasi
pengelolaan file
2.
Direktori : berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan
dengan penyimpanan. Direktori adalah file, namun dimikili system operasi dan
dapat diakses dengan rutin di system operasi.
Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau
aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai
tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read only.
Pandangan Pemakai : direktori menyediakan pemetaan nama file ke
file. Informasi terpenting pada direktori berkaitan dengan penyimpanan
termasuk lokasi dan ukuran penyimpanan file. Pada system bersama (shared
system ), informasi yang penting adalah informasi pengendalian akses file. Satu
pemakai adalah pemilik file yang dapat member wewenang pengaksesan ke
pemakai-pemakai lain.
Aturan penamaan direktori mengikuti aturan penamaan file karena
direktori merupakan file khusus. Beberapa konsep penting yang dipahami oleh
pemakai :
• Hirarki
direktori
Kebanyakan system menggunakan hirarki direktori atau berstruktur
pohon. Terdapat satu direktori master (root) yang didalamnya terdapat
subdirektori-subdirektori. Subdirektori dapat memuat subditerktori berikutnya,
demikian seterusnya. Penamaan direktori sama aturannya dengan penamaan file,
karena direktori merupakan file yang memiliki arti khusus.
• Jalur
pengaksesan (path name)
Apabila system file diorganisasikan dengan pohon direktori, maka
diperlukan cara menspesifikasikan nama file. Masalah penamaan file diselesaikan
dengan penamaan absolute dan penamaan file relative. Terdapat dua jalur, yaitu
:
1. Nama
jalur absolute (absolute pathname) : nama jalur dari direktori root ke file,
dimulai dari direktori root dan akan bernilai unik.
2. Nama
jalur relative (relative pathname): jalur relative terhadap direktori
kerja/saat itu (working directory atau current directory). Pemakai dapat
menyatakan satu direktori sebagai current directory. Nama jalur tidak dimulai
direktori root berarti relative current directory.
•
Perintah-perintah manipulasi direktori
1. Pindah
direktori
2.
Penciptaan direktori
3.
Penghapusan direktori
4.
Penghapusan direktori mensyaratkan : direktori tidak sedang digunakan dan
direktori telah kosong.
• Operasi
pada direktori
Beragan operasi dapat diterapkan pada direktori, seperti pada
file. Operasi-operasi yang khusus pada direktori yang dapat
diimplementasikan system operasi sbb : create, delete, open directory, close
directory, read directory, rename, link dan unlink.
3.
Manipulasi seluruh system file
Terdapat
perintah-perintah manipulsi system file :
•
Pembentukan system file
•
Pemeriksaan system file
•
Pengkopian seluruh system file
•
Manipulsi lain
2.8.
Shared File
Adalah
file yang tidak hanya diacu oleh satu direktori (pemakai) tetapi juga oleh
direktori-direktori yang lain. System file tidak lagi berupa pohon melainkan
directory acyclic graph (DAG). Masalah-masalah di shared file :
1. Metode
implementasi shared file
2. Metode
pemberian kases pada shared file
3. Metode
pengendalian atau penanganan terhadap pengaksesan simultan yang dilakukan
pemakai-pemakai yang mengacu file, mencakup integrasi atau koherensi data.
2.9.
Sistem Akses File
System
akses merupakan pilihan, yaitu :
1. Dapat
menjadi bagian system operasi, atau
2. System
operasi sama sekali tidak memiliki komponen system berkas.
System operasi bertujuan umum (general-purposes operating system )
tidak mengimplementasikan system akses sebagai komponen system operasi,
terserah system memanajemen basisdata yang dijalankan di system operasi itu
yang menangani system akses. System operasi hanya memberikan pengelolaan system
file dasar.
System operasi tertentu sering mengimplementasikan system akses
sebagai bagiannya seperti system operasi mainframe untuk tujuan khusus.
Implementasi system akses ditingkat system operasi untuk meningkatkan kinerja
system menejemen basisdata.
a. Cara
akses perangkat penyimpanan
Perangkat
penyimpanan berdasar disiplin pengaksesan dibagi dua, yaitu :
•
Perangkat akses sekuen (sequential access devices)
Proses
harus membaca semua byte atau record file secara berurutan mulai dari awal,
tidak dapat meloncati dan membaca diluar urutan. Ex : tape
•
Peragkat akses acak (random access devices)
Dimungkinkan
dapat membaca byte atau record di file secara tidak berurutan.
b.
Organisasi file
Element
pokok perancangan system akses adalah cara record-record diorganisasikan atau
distrukturkan.
Beberapa
criteria umum untuk pemilihan organisasi file adalah [WIE-87]
•
Redudansi yang kecil
•
Pengaksesan yang cepat
•
Kemudahan dalam memperbaharui
•
Pemeliharaan yang sederhana
•
Kehandalan yang tinggi
Terdapat
enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file system termasuk salah satu
atau kombinasi kategori-kategori ini.
2.1.1
Macam-macam File System
FAT
(FAT16 dan FAT32)
FAT
adalah singkatan dari File Allocation Table. Digunakan awal tahun 80-an dan
dikenal sebagai file DOS. Pada awalnya hanya untuk beroperasi pada komputer
berkapasitas rendah. FAT mengalami bermacam evolusi, dimana versi awalnya hanya
menyokong komputer berkapasitas tidak lebih dari 32 MB untuk setiap
bagian/partisi, kemudian terus berkembang hingga 528 MB dan terus meningkat sampai
2 GB.
Kekurangan
FAT16
· Kurangnya
ruang penyimpanan. Tidak ada tambahan program atau file terutama bagi yang
menggunakan sistem dengan Windows95 dan mempunyai hard disk melebihi 512 MB.
· Tidak
efektif. Ukuran cluster yang besar menyebabkan terjadinya pemborosan.
· Tidak
efisien dalam susunan file dan meminta user sering melakukan defrag agar
mendapatkan cluster sebelumnya yang tidak terpakai sepenuhnya.
· Ukuran
maksimum disk yang dapat disokong FAT16 dalam hard disk adalah 2 GB.
Cara
Penyimpanan Data
Apabila
suatu file disimpan atau suatu program diinstal komputer akan menyimpan semua
data mengenai aktivitas tersebut di satu kawasan kecil dalam hard disk yang
dinamakan cluster.
Semakin
kecil ukuran cluster, semakin baik data itu disimpan dan diurus. Ukuran cluster
ditentukan oleh partisi dan partisi ditentukan oleh sistem file yang ditetapkan
semasa hard disk diformat.
Keunggulan
FAT32
· Menggunakan
32 bits untuk merepresentasikan cluster.
· Menyediakan
ukuran drive lebih besar, bahkan sampai dengan 2 TB.
· Menggunakan
tempat lebih efisien. FAT 32 menggunakan ukuran cluster yang lebih kecil ($ KB
cluster untuk ukuran drive 8 GB), lebih efisien dibandingkan FAT16.
· FAT32
lebih kuat. FAT32 dapat menampung folder utama dan dapat menggunakan backup
copy dari tabel alokasi file dari pada default copy.
· FAT32
lebih fleksibel. Folder utama pada FAT32 adalah rantai grup biasa. Jadi dapat
ditempatkan dimana pun pada drive dan tidak ada lagi batasan jumlah masukan
untuk folder.
NTFS
NTFS
adalah singkatan dari New Technology File System. Beberapa keunggulan NTFS
adalah:
· Reliability
Satu hal
yang penting dari sebuah file system yang serius adalah bahwa file system
tersebut harus dapat pulih kembali dari masalah tanpa kehilangan data hasil.
Disini NTFS mencegah hilangnya data dan memperkecil toleransi dari kesalahan
dalam processing.
· Security
dan Access Control
Kelemahan
dari FAT adalah ketidakmampuan mengontrol akses file atau folder dari hard
disk, sehingga memungkinkan pihak luar untuk mengubah data pada suatu sistem
jaringan.
· Breaking
Size Barriers
Karena
pada sistem FAT dalam hal ini FAT16 tidak dapat mempartisi lebih dari 4 GB,
sedang NTFS didesain untuk partisi yang jauh lebih besar.
· Storage
Efficiency
· Long File
Names
· Networking
· Storage
Fault Tolerance
· Multiple
Data Stream
· Unicode
Names
· Improved
File Attribute Indexing
· Data
Compression
· Encryption
· Reparse
Points
ZFS
File
system ZFS adalah file system baru revolusioner yang secara fundamental
mengubah bagaimana mengadministrasi suatu file system. Dengan fitur dan
keuntungan yang tidak ditemukan pada file system manapun. ZFS didesain untuk
menjadi file system yang scalable, mudah di administrasi dan bersifat robust
EXT2
EXT2
adalah singkatan dari Second Extended File System. Dirancang oleh Remy Card
sebagai file system yang ekstensibel dan powerful untuk digunakan pada sistem
operasi Linux. Ext 2 merupakan file system yang paling banyak digunakan oleh
para pengguna Linux.
Kemampuan
dasar Ext2
· File
system Ext2 mampu menyokong beberapa file yang standar dari UNIX, seperti
regular file, directories, device special files, dan symboloc links.
· Ext2
mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
· Mampu
menghasilkan nama-nama file yang panjang.
· Memerlukan
beberapa blok untuk super user.
Kemampuan
tambahan Ext2
· Mampu
menyokong beberapa ekstensi yang biasanya tidak diberikan dalam file system
UNIX.
· Atribut-atribut
dari file memperbolehkan user untuk mengubah perilaku kernel pada waktu bekerja
pada suatu set file.
· Seseorang
dapat mengatur atribut-atribut dalam suatu file atau direktori.
BAB III
KESIMPULAN
3.1.
Simpulan
Manajemen file dalam sistem operasi keluaran
Microsoft Windows dapat dilakukan dengan memanfaatkan fungsi dan fasilitas yang
ada pada program aplikasi file manager Windows Explorer. Aplikasi tersebut
berfungsi untuk mengelola file dan folder, seperti menyalin file menjadi dua
atau lebih salinan, menghapus atau memindahkan file atau folder ke tempat lain,
seperti ke dalam disket atau folder lainnya.
Sebagai Manfaat Manajemen File antaralain
dapat mengurangi resiko kehilangan file yang dikarenakan: terhapus secara tidak
disengaja, tertimpa file baru, tersimpan dimana saja, dan hal lain yang tidak
kita inginkan. Pada sebagian besar pemakai, system file merupakan bagian system
operasi yang paling tampak. System file menyediakan pengaksesan dan penyimpanan
file secara online terhadap data dan program. System file terisi dua bagian
terpisah, yaitu kumpulan file yang masing-masing file menyimpan data dan / atau
program serta struktur direktori yang mengorganisasikan dan menyediakan
informasi mengenai file di system.
Sasaran dan Fungsi Sistem Manajemen File, File adalah koleksi yang
diberi nama dari sebuah informasi yang direkam pada penyimpanan sekunder. File
mempunyai sifat sebagai berikut : Persistance à Informasi
dapat bertahan meski proses yang membuatnya berakhir atau catu daya
dihilangkan. Dengan property seperti ini maka file yang didapat dari hasil
proses dapat dijaga dan digunakan pada masa yang akan dating. Size à Setiap
file memiliki ukuran, terkadang file mempunyai ukuran yang sangat besar
sehingga memungkinkan membutuhkan tempat
penyimpanan yang sangat besar pula. Sharability à File
dapat digunakan diberbagai proses yang mengakses informasi secara konkruen.
(A1)
semoga bermanfaat....:-)
ReplyDeleteterima kasih
ReplyDelete